Laman

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2011

Keluarga Pasien DBD Kecewa dengan Pelayanan RSUD

Kecewa dengan layanan RSUD Selatpanjang, penderita malaria Khaidiri akhirnya dibawa pulang oleh keluarganya, Jum’at (25/11/11) kemarin.

Keputusan itu diambil pihak keluarga pasien karena hingga hari ketiga sejak menjalani perawatan pihak rumah sakit tidak kunjung memberikan obat-obatan. Khaidiri hanya dijejali dengan infuse setiap hari. “ Sejak tiga hari terakhir pihak rumah sakit menyebutkan stok obat habis. Sementara paman saya masih butuh obat untuk menyembuhkan penyakit malaria yang dideritanya. Kami dengan berat hati terpaksa membawanya pulang kembali,” ujar Gito warga Kelurahan Selatpanjang Timur saat ditemui dikediamannya kemarin.

Menurut Gito, jika nanti kondisi kesehatan pamannya tetap tidak ada perubahan, maka pihak keluarga memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit di Tanjung Balai karimun. “ Saat ini kami terpaksa membeli obat yang dijual di kios-kios saja. Kalau nanti tetap tidak ada perubahan, kami akan membawanya ke Tanjung Balai Karimun,” ujar Gito yang juga tercatat sebagai salah satu pejuang pemekaran Meranti ini.
Gito mengaku sangat kecewa dengan buruknya pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Selatpanjang. Termasuk penanganan kesehatan masyarakat oleh Dinas Kesehatan Meranti. “ Masak di meranti ini tidak ada stok obat untuk penyakit malaria. Padalah penyakit malaria itu merupakan penyakit mewabah dan menjadi perhatian serius oleh Pemerintah Indonesia. Apalagi pemerintah selalu mengalokasikan dana untuk penanganan penyakit malaria ini,” sesal Gito.

Menyikapi hal ini, Anggota DPRD Meranti, HM Adiel menegaskan agar Pemkab Meranti bisa lebih serius lagi dalam memperhatikan kesehatan masyarakat. Pasalnya, peningkatan kesehatan merupakan instrument penting dalam proses pembangunan. “ Sejak awal telah kami tegaskan agar Pemkab Meranti, khususnya Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir agar memilih pembantu yang betul-betul bisa mendukung program kerjanya. Salah menempatkan seseorang akan berpengaruh terhadap program yang dicanangkan. Kita tentu tidak ingin citra bupati rusak gara-gara persoalan ini,” ungkap HM Adiel.
Lebih lanjut Lanjut HM Adiel, seluruh pejabat yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti harus mampu melaksanakan kebijakan sebagaimana yang di programkan oleh kepala daerah. “ Pihak-pihak yang tidak memiliki komitmen lebih baik mundur. Kita juga berharap agar bupati bisa melakukan evaluasi dan lebih tegas lagi. Kita tahu persis, bupati memiliki komitmen tinggi untuk memajukan Meranti ini. Namun kalau beliau dikelilingi orang-orang yang tidak mampu dan tidak mempunyai visi yang jelas, tentu bupati akan kesulitan sendiri,” ujar HM Adiel.(*)

sumber: Riaupeople.com
READ MORE - Keluarga Pasien DBD Kecewa dengan Pelayanan RSUD

Minggu, 20 November 2011

P3 Kejadian DBD di Kepulauan Meranti

Musim penghujan di penghujung tahun menjadi wadah perkembangbiakan nyamuk aedes agypti. Hal tersebut memicu timbulnya masalah status kesehatan terutama merebaknya kasus Demam berdarah dengue. Beberapa hari yang lalu saya mendengar informasi kejadian kasus DBD di Kabupaten Kepuluan Meranti. Kasus DBD bukanlah penyakit yang biasa seperti halnya Demam panas tetapi akan berdampak fatal jika masyarakat setempat tidak memahami tanda dan gejala penyakit DBD yang bisa mengakibatkan kematian. 
Sasaran penyakit DBD dapat terjadi merata baik pada anak-anak, remaja maupun dewasa selain itu bisa terjadi di perkotaan maupun di perdesaan baik orang kaya maupun orang miskin, baik tinggal di perumahan perkampungan maupun perumahan yang elit, semuanya bisa terkena DBD. Masalah DBD haruslah mendapat tanggapan serius dari masyarakat dan Dinas Kesehatan Kabupaten Meranti.

Tenaga kesehatan bisa bekerjasama dengan masyarakat untuk melakukan preventif baik itu dari pencegahan dengan cara 3M (Membakar sampah, Menguras bak mandi, dan Menimbun barang bekas yang bisa menampung air). Selain itu dari Dinas kesehatan dapat melakukan fogging atau pengasapan dan pemberian Larvasida seperti bubuk abate yang ditaburkan ke penampungan air. Selain tindakan preventif diatas yang sangat penting adalah promkes dengan cara melakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat setempat untuk memahami tanda dan gejala DBD, penatalaksanaan pertama pada anggota keluarga yang terkena DBD dan pencegahan agar DBD tidak banyak diderita warga setempat. 
Dari hasil penelitian yang saya lakukan di RW 05 Kelurahan Labuh Baru Barat Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru tahun 2010 yang lalu. Penyebab terjadinya penyakit DBD ada 3 faktor yaitu pengetahuan yang minim tentang DBD, Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang tidak diterapkan dan Lingkungan yang tidak bersih. Faktor yang paling dominan mempengaruhi terjadinya penyakit DBD adalah Lingkungan yang tidak sehat.

Perlu diketahui tertutama untuk masyarakat Selatpanjang tentang tanda dan gejala penyakit DBD berupa demam panas yang tinggi >36,5 secara mendadak selama 2 sampai 7 hari, badan terasa lelah dan lesu, nyeri pada ulu hati, tampak adanya bintik-bintik merah seperti digigit nyamuk. Apabila terlihat tanda dan gejala tersebut, pertolongan pertama pada anggota keluarga yang bisa dilakukan sepert:
  1. Istirahatkan anak dalam keadaan berbaring (Tirah baring)
  2. Jika tersedia antipireti (paracetamol) berikan 3 x 1 tablet untuk yang dewasa, kalo untuk anak-anak 10-15 mg/kg BB atau lebih kurang 1/2 tablet.
  3. kompres hangat pada daerah dahi, lipatan paha, dan bawah ketiak. Penelitian terbaru dianjurkan untuk mandi dengan air hangat.
  4. Berikan banyak minum air putih (1-2 liter/hari) semua cairan diperbolehkan kecuali cairan yang berwarna coklat dan merah (susu coklat, sirup merah)
  5. Bila terjadi kejang: jaga lah anak agar tidak terjadi cidera, jaga lidah anak agar tidak tergigit dengan meletakkan sendok di lidah, longgarkan pakaian, dan tidak memberikan makanan apapun lewat mulut selama anak kejang.
Jika dalam 2 hari panas tidak turun atau timbul gejala dan tanda lanjut seperti perdarahan di kulit (seperti bekas gigitan nyamuk), muntah-muntah, gelisah, mimisan maka dianjurkan segera dibawa berobat/ periksakan ke dokter atau ke unit pelayanan kesehatan untuk segera mendapat pemeriksaan dan pertolongan.

Copyright: Maghfaruddin, Amd.Kep
READ MORE - P3 Kejadian DBD di Kepulauan Meranti

Minggu, 06 November 2011

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR CERVICALIS



1.      Pengertian
Cedera tulang belakang adalah cedera mengenai cervicalis, vertebralis dan lumbalis akibat trauma ; jatuh dari ketinggian, kecelakakan lalu lintas, kecelakakan olah raga dsb ( Sjamsuhidayat, 1997).

3.      Data fokus.
Aktifitas dan istirahat : kelumpuhan otot terjadi kelemahan selama syok spinal
Sirkulasi : berdebar-debar, pusing saat melakukan perubahan posisi, hipotensi, bradikardia ekstremitas dingin atau pucat
Eliminasi : inkontenensia defekasi dan berkemih, retensi urine, distensi perut, peristaltik usus hilang
Integritas ego : menyangkal, tidak percaya, sedih dan marah, takut cemas, gelisah dan menarik diri.
Pola makan : mengalami distensi perut, peristaltik usus hilang
Pola kebersihan diri : sangat ketergantungan dalam melakukan ADL
Neurosensori : kesemutan, rasa terbakar pada lengan atau kaki, paralisis flasid, hilangnya sensai dan hilangnya tonus otot, hilangnya reflek, perubahan reaksi pupil, ptosis.
Nyeri/kenyamanan : nyeri tekan otot, hiperestesi tepat diatas daerah trauma, dan mengalami deformitas pada derah trauma.
Pernapasan : napas pendek, ada ronkhi, pucat, sianosis
Keamanan : suhu yang naik turun
4.      Pemeriksaan diagnostik
Sinar x spinal : menentukan lokasi dan jenis cedera tulang (fraktur atau dislok)
CT scan : untuk menentukan tempat luka/jejas
MRI : untuk mengidentifikasi kerusakan syaraf spinal
Foto rongent thorak : mengetahui keadaan paru
AGD : menunjukkan keefektifan pertukaran gas dan upaya ventilasi
5.      Diagnosa keperawatan
5.1  Pola napas tidak efektif berhubungan dengan kelumpuhan otot diafragma
Tujuan perawatan : pola nafas efektif setelah diberikan oksigen
Kriteria hasil : ventilasi adekuat, PaO2 > 80, PaCo2 < 45, rr = 16-20 x/mt, tanda sianosis –
Intervensi keperawatan :
  1. Pertahankan jalan nafas; posisi kepala tanpa gerak. Rasional : pasien dengan cedera cervicalis akan membutuhkan bantuan untuk mencegah aspirasi/ mempertahankan jalan nafas.
  2. Lakukan penghisapan lendir bila perlu, catat jumlah, jenis dan karakteristik sekret. Rasional : jika batuk tidak efektif, penghisapan dibutuhkan untuk mengeluarkan sekret, dan mengurangi resiko infeksi pernapasan.
  3. Kaji fungsi pernapasan. Rasional : trauma pada C5-6 menyebabkan hilangnya fungsi pernapasan secara partial, karena otot pernapasan mengalami kelumpuhan.
  4. Auskultasi suara napas. Rasional : hipoventilasi biasanya terjadi atau menyebabkan akumulasi sekret yang berakibat pnemonia.
  5. Observasi warna kulit. Rasional : menggambarkan adanya kegagalan pernapasan yang memerlukan tindakan segera
  6. Kaji distensi perut dan spasme otot. Rasional : kelainan penuh pada perut disebabkan karena kelumpuhan diafragma
  7. Anjurkan pasien untuk minum minimal 2000 cc/hari. Rasional : membantu mengencerkan sekret, meningkatkan mobilisasi sekret sebagai ekspektoran.
  8. Lakukan pengukuran kapasitas vital, volume tidal dan kekuatan pernapasan. Rasional : menentukan fungsi otot-otot pernapasan. Pengkajian terus menerus untuk mendeteksi adanya kegagalan pernapasan.
  9. Pantau analisa gas darah. Rasional : untuk mengetahui adanya kelainan fungsi pertukaran gas sebagai contoh : hiperventilasi PaO2 rendah dan PaCO2 meningkat.
  10. Berikan oksigen dengan cara yang tepat : metode dipilih sesuai dengan keadaan isufisiensi pernapasan.
  11. Lakukan fisioterapi nafas. Rasional : mencegah sekret tertahan
5.2  Diagnosa keperawatan : kerusakan mobilitas fisik berhubungan dng kelumpuhan
Tujuan perawatan : selama perawatan gangguan mobilisasi bisa diminimalisasi sampai cedera diatasi dengan pembedahan.
Kriteria hasil : tidak ada kontrakstur, kekuatan otot meningkat, pasien mampu beraktifitas kembali secara bertahap.
Intervensi keperawatan :
  1. Kaji secara teratur fungsi motorik. Rasional : mengevaluasi keadaan secara umum
  2. Instruksikan pasien untuk memanggil bila minta pertolongan. Rasional memberikan rasa aman
  3. Lakukan log rolling. Rasional : membantu ROM secara pasif
  4. Pertahankan sendi 90 derajad terhadap papan kaki. Rasional mencegah footdrop
  5. Ukur tekanan darah sebelum dan sesudah log rolling. Rasional : mengetahui adanya hipotensi ortostatik
  6. Inspeksi kulit setiap hari. Rasional : gangguan sirkulasi dan hilangnya sensai resiko tinggi kerusakan integritas kulit.
  7. Berikan relaksan otot sesuai pesanan seperti diazepam. Rasional : berguna untuk membatasi dan mengurangi nyeri yang berhubungan dengan spastisitas.
5.3  Diagnosa keperawatan : gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan adanya cedera
Tujuan keperawatan : rasa nyaman terpenuhi setelah diberikan perawatan dan pengobatan
Kriteria hasil : melaporkan rasa nyerinya berkurang
Intervensi keperawatan :
  1. Kaji terhadap nyeri dengan skala 0-5. Rasional : pasien melaporkan nyeri biasanya diatas tingkat cedera.
  2. Bantu pasien dalam identifikasi faktor pencetus. Rasional : nyeri dipengaruhi oleh; kecemasan, ketegangan, suhu, distensi kandung kemih dan berbaring lama.
  3. Berikan tindakan kenyamanan. Rasional : memberikan rasa nayaman dengan cara membantu mengontrol nyeri.
  4. Dorong pasien menggunakan tehnik relaksasi. Rasional : memfokuskan kembali perhatian, meningkatkan rasa kontrol.
  5. Berikan obat antinyeri sesuai pesanan. Rasional : untuk menghilangkan nyeri otot atau untuk menghilangkan kecemasan dan meningkatkan istirahat.
5.4    Diagnosa keperawatan : gangguan eliminasi alvi /konstipasi berhubungan dengan gangguan persarafan pada usus dan rektum.
Tujuan perawatan : pasien tidak menunjukkan adanya gangguan eliminasi alvi/konstipasi
Kriteria hasil : pasien bisa b.a.b secara teratur sehari 1 kali
Intervensi keperawatan :
1.      Auskultasi bising usus, catat lokasi dan karakteristiknya.Rasional : bising usus mungkin tidak ada selama syok spinal.
2.      Observasi adanya distensi perut.
3.      Catat adanya keluhan mual dan ingin muntah, pasang NGT. Rasional : pendarahan gantrointentinal dan lambung mungkin terjadi akibat trauma dan stress.
4.      Berikan diet seimbang TKTP cair : meningkatkan konsistensi feces
5.      Berikan obat pencahar sesuai pesanan. Rasional: merangsang kerja usus
5.5    Diagnosa keperawatan : perubahan pola eliminasi urine berhubungan dengan kelumpuhan syarat perkemihan.
Tujuan perawatan : pola eliminasi kembali normal selama perawatan
Kriteria hasil : produksi urine 50 cc/jam, keluhan eliminasi uirine tidak ada
Intervensi keperawatan:
1.      Kaji pola berkemih, dan catat produksi urine tiap jam. Rasional : mengetahui fungsi ginjal
2.      Palpasi kemungkinan adanya distensi kandung kemih.
3.      Anjurkan pasien untuk minum 2000 cc/hari. Rasional : membantu mempertahankan fungsi ginjal.
4.      Pasang dower kateter. Rasional membantu proses pengeluaran urine
5.6  Diagnosa keperawatan : gangguan integritas kulit berhubungan dengan tirah baring lama
      Tujuan keperawatan : tidak terjadi gangguan integritas kulit selama perawatan
       Kriteria hasil : tidak ada dekibitus, kulit kering
      
       Intervensi keperawatan :
1.      Inspeksi seluruh lapisan kulit. Rasional : kulit cenderung rusak karena perubahan sirkulasi perifer.
2.      Lakukan perubahan posisi sesuai pesanan: untuk mengurangi penekanan kulit
3.      Bersihkan dan keringkan kulit. Rasional: meningkatkan integritas kulit
4.      Jagalah tenun tetap kering. Rasional: mengurangi resiko kelembaban kulit
5.      Berikan terapi kinetik sesuai kebutuhan : Rasional : meningkatkan sirkulasi sistemik dan perifer dan menurunkan tekanan pada kulit serta mengurangi kerusakan kulit.


Daftar kepustakaan :
Hudak and Gallo, (1994), Critical Care Nursing, A Holistic Approach, JB Lippincott company, Philadelpia.
Marilynn E Doengoes, et all, alih bahasa Kariasa IM, (2000), Rencana Asuhan Keperawatan, pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien, EGC, Jakarta.
Reksoprodjo Soelarto, (1995),  Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah,  Binarupa Aksara, Jakarta.
Suddarth Doris Smith, (1991), The lippincott Manual of Nursing Practice, fifth edition, JB Lippincott Company, Philadelphia.
Sjamsuhidajat. R (1997), Buku ajar Ilmu Bedah, EGC, Jakarta
READ MORE - ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR CERVICALIS

Selasa, 05 April 2011

10 Menu yang Membantu anda untuk Tidur Nyenyak

Apa rahasia untuk mendapatkan tidur 7 - 8 jam yang nyenyak? Anda perlu pergi ke dapur dan menikmati satu atau dua dari 10 daftar makanan di bawah ini. Makanan ini akan membantu merelaksasi otot yang tegang, menenangkan pikiran dan mengaktifkan hormon serotonin dan melatonin untuk membantu Anda tidur lebih lelap.

1. Kentang

http://giniann.files.wordpress.com/2007/03/jfi-potato.JPG

Sedikit kentang rebus atau kentang panggang di malam hari tidak akan menaikkan berat badan Anda. Kentang membersihkan asam yang dapat mengganggu kinerja tryptophan di dalam tubuh.

2. Pisang

http://ayobertani.files.wordpress.com/2009/04/pisang.jpg

Pisang seperti obat tidur alami. Selain mengandung melatonin dan serotonin dalam jumlah kecil, pisang juga mengandung magnesium, bahan yang dapat merangsang relaksasi otot.

3. Teh Chamomile

http://www.preventionindonesia.com/files/article/photo/59280_chamomile%20tea.jpg

Teh Chamomile mempunyai efek penenang yang dapat menurunkan stress fisik maupun mental, membuat teh ini minuman yang cocok untuk dikonsumsi sebelum tidur.

4. Susu hangat

http://www.uaekitten.com/goodies/hungry/esp4guys/nut02.jpg

Segelas susu hangat sebelum tidur dapat membantu tidur Anda. Susu mengandung tryptophan, yaitu asam amino yang mempunyai efek sedatif dan kalsium yang membantu otak untuk menggunakan tryptophan.

5. Madu

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDVG_xQpgot8AP-cEUGChcvFKdSYn_rXmw_dsB9Y7EvdI7n5q4I9CVr5ddKIm0CRIlcNXGCMKr3kTcLSU22NF33_hS3WE7ZZOuPwTLk3egRI3NqMqEhoRWETdNi02engsGOQVmqENA-ujj/s1600/Madu+Murni.jpg

Tambahkan madu sedikit di dalam susu atau teh Anda. Gula dapat meningkatkan energi, tetapi dalam jumlah yang sedikit, gula dapat memberitahu otak Anda untuk menurunkan kinerja orexin. Neurotransmiter yang berhubungan dengan kesadaran Anda.

6. Oatmeal

http://happytailsspa-blog.com/wp-content/uploads/2008/10/oatmeal.jpg

Oatmeal sebelum tidur adalah jalan tercepat menuju tidur, karena oatmeal merangsang produksi melatonin di dalam tubuh pada malam hari.

7. Kacang Almond

http://anas.wap.sh/kacang2.GIF

Almond adalah kacang yang baik bagi kesehatan jantung. Tetapi almond juga dapat membantu tidur Anda karena mengandung tryptophan dan magnesium.

8. Flaxseed

http://www.kabarindo.com/photo/Flaxseed3.jpg

Flaxseed kaya akan asam omega-3 yang dapat membantu memperbaiki mood Anda. Konsumsi flaxseed ketika Anda sedang mengalami stress atau depresi berat. Tidur Anda akan lebih nyenyak.

9. Roti Gandum

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitx9oM1_P0GU6aSgML5r8YxYwy6zQznwOfA47tc4GgK-WhLmxe2gKOAzBLOT1wf03IfFTvjEFlyVUIJmc7_bkLmCifFf2ZkOc8Lr8Wlxjd8jnlRpyJJMHYpXVYbeE2l_wpOECgtOxObshs/s320/wheat-bread.jpg

Sepotong roti gandum dan teh akan merangsang insulin di dalam tubuh Anda, yang berguna untuk membantu kinerja tryptophan untuk bereaksi di otak. Dimana tryptophan akan diubah menjadi serotonin yang memberi tahu otak Anda untuk tidur.

10. Daging Kalkun

http://img.webmd.com/dtmcms/live/webmd/consumer_assets/site_images/articles/health_tools/naughty_holiday_foods_slideshow/photolibrary_rf_photo_of_carving_turkey.jpg

Daging kalkun adalah sumber yang sangat baik untuk tryptophan. Tryptophan bekerja ketika perut Anda kosong dan tidak ketika Anda sangat kenyang. Tetapi 1 sampai 2 potong dari daging kalkun bersama dengan roti gandum pada waktu sore hari akan dapat membantu membuat tidur Anda lebih nyenyak di malam hari.
READ MORE - 10 Menu yang Membantu anda untuk Tidur Nyenyak

Jumat, 18 Februari 2011

Manfaat Frequent Sex Terhadap Kesehatan

Posting: Maghfaruddin, Amd. Kep

Individu yang terlibat dalam gaya hidup aktif seperti berolahraga, makan makanan yang tepat, dan vitamin selain itu juga harus melibatkan frequensi seks yang sering untuk menjaga kesehatan mereka. Sedangkan tingkat aktivitas seksual pada kesehatan seseorang bukan topik utama dari penelitian, banyak penelitian menunjukkan bahwa seks yang aman dapat melakukan keajaiban bagi kesehatan keseluruhan seseorang. seks aman dipraktekkan dalam hubungan intim memiliki banyak manfaat kesehatan seperti kadar kolesterol membaik dan meningkatkan sirkulasi darah. Hal ini juga mendorong aliran testosteron, suatu hormon yang memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh. 
    Hubungan seksual membakar sekitar 200 kalori, jumlah kalori yang sama dapat dicapai dengan menghabiskan 15 menit di treadmill. Selain itu, seks mendorong produksi endorfin, obat penghilang rasa sakit tubuh secara alami. Zat-zat, memungkinkan disebagian negara dapat membebaskan orang dari stres dan kecemasan. Faktor-faktor ini dapat menimbulkan perasaan yang tenang dan nyaman, dan menunda proses penuaan. Kehidupan seks yang aktif dapat menyebabkan perbaikan kesehatan dan memungkinkan orang untuk hidup lebih lama dan lebih bahagia.

Manfaat bagi Pria
Sebuah studi medis yang diterbitkan oleh Journal of American Medical Association (JAMA), menemukan bahwa ejakulasi sering dihasilkan dari aktivitas seksual dapat membantu melindungi dari kanker prostat. Temuan ini mendukung studi yang lebih kecil di Australia dari tahun 2003 yang menemukan bahwa laki-laki pada usia 20 tahun yang ejakulasi lebih dari lima kali seminggu dapat menghambat perkembangan kanker prostat dibandingkan mereka yang ejakulasi 4-7 kali sebulan. Spesialis menambahkan bahwa ejakulasi secara teratur dapat menurunkan resiko kanker karena zat penyebab kanker yang memerah keluar dari tubuh dalam cairan mani sehingga tidak terkumpul dalam prostat. Selain itu, peneliti di Queens University menyimpulkan bahwa dengan melakukan hubungan seks tiga kali atau lebih dalam seminggu, pria dapat mengurangi tingkat serangan jantung atau stroke. Namun, berhubungan seks dengan beberapa orang (free sexs) dapat meningkatkan risiko pria kanker prostat sampai dengan 40% karena risiko nya tertular infeksi seksual meningkat.

Manfaat bagi Wanita
Aktivitas seksual juga dapat membantu mencegah endometriosis, suatu kondisi ginekologis umum yang mempengaruhi sekitar 89 juta wanita di seluruh dunia.Kondisi ini terjadi ketika lapisan jaringan di dalam rahim wanita tumbuh di tempat lain seperti indung telur atau tuba falopi. Pertumbuhan ini dapat menyebabkan nyeri panggul dan dapat menyebabkan kemandulan. Sebuah studi oleh jurnal Gynecologic dan Obstetri Investigasi, menyimpulkan bahwa perempuan yang aktif secara seksual selama menstruasi mereka 15 kali lebih besar memiliki kesempatan perkembangan endometriosis dari pada wanita yang abstain dari seks selama periode. Kontraksi rahim selama orgasme dapat membantu flush pergi keluar kotoran menstruasi rahim. Aktivitas seksual di kalangan wanita juga mendorong produksi estrogen yang dapat bertindak sebagai obat penghilang rasa sakit dan mengurangi nyeri haid Sindrom Pra (PMS). 

Referensi: http://www.articleworld.net/
READ MORE - Manfaat Frequent Sex Terhadap Kesehatan

Senin, 14 Februari 2011

Manfaat Latihan Nafas Dalam

          Menarik napas dalam-dalam adalah hal penting bagi kesehatan fisik maupun emosi. Tetapi, karena bernapas cenderung dianggap sebuah refleks menyebabkan aktivitas menghirup napas secara dalam sering dilupakan.



Mulai sekarang, luangkan waktu sejenak untuk menarik napas dalam-dalam hingga Anda merasa ada udara melewati hidung melalui perut hingga keluar lewat mulut. Ketahui manfaat lainnya dari menarik napas dalam-dalam, seperti dikutip dari Reader Digest.

Meredam stres

Bernapas secara dalam membantu mengurangi stres ketika Anda sedang merasa tertekan. Lewat cara ini tubuh akan mengirimkan sinyal untuk memperlambat reaksi di otak, sehingga ada perubahan hormonal dan faktor-faktor fisiologis lain. Efeknya adalah memperlambat denyut jantung serta menurunkan tekanan darah yang tinggi saat stres.

Menurunkan tekanan darah

Bernapas secara dalam merangsang munculnya oksida nitrat alami yang berfungsi membuat seseorang lebih tenang. Zat tersebut akan memasuki paru-paru bahkan pusat otak, sehingga tekanan darah yang dalam keadaan tinggi bisa menurun.

Memperlambat denyut jantung

Saat kondisi emosi meninggi dan detak jantung terasa cepat, tariklah napas dalam-dalam. Cara ini bisa sangat efektif menurunkan detak jantung saat kondisi Anda sedang stres. "Ambil napas dalam-dalam dengan benar, lakukanlah sebanyak tiga kali. Detak jantuk dan tekanan darah pun akan menurun," kata Dr. Abramson.

Menurunkan amarah

Ambil napas secara dalam ketika Anda mulai merasa emosi sedang meninggi. "Saat marah, tubuh akan merasa tertekan, dengan bernapas secara dalam bisa menurunkan emosi dan tekanan yang muncul," kata Robert Nicholson, Ph.D., asisten profesor dari Saint Louis University.

Mencegah makan berlebihan

Stres adalah salah satu pemicu utama nafsu makan. Agar tidak makan berlebihan ketika stres, Anda bisa mengatasinya dengan latihan pernapasan. Ketika nafsu makan muncul saat stres, ambil napas secara perlahan dan singkirkan makanan dari pikiran dan fokuslah untuk relaksasi.


Sumber: http://argakencana.blogspot.com/
READ MORE - Manfaat Latihan Nafas Dalam

Minggu, 30 Januari 2011

Aspek Kebudayaan yang Berhubungan dengan Kesehatan

Post      : Maghfaruddin Amd. Kep
               Mahasiswa S1 FIK Universitas Riau


Seperti kita ikuti bersama, akhir-akhir ini diskusi tentang global change banyak diangkat. Berbagai perubahan sosial, ekonomi, budaya, teknologi dan politik mengharuskan jalinan hubungan di antara masyarakat manusia di seluruh dunia. Fenomena ini dirangkum dalam terminologi globalisation. Ditengah riuh rendah globalisasi inilah muncul wacana Dampak Perubahan Sosial dan Budaya. Dampak dari perubahan sosial dan budaya sendiri diartikan sebagai perubahan dalam skala besar pada sistem bio-fisik dan ekologi yang disebabkan aktifitas manusia. Perubahan ini terkait erat dengan sistem penunjang kehidupan planet bumi (life-support system). Ini terjadi melalui proses historis panjang dan merupakan agregasi pengaruh kehidupan manusia terhadap lingkungan, yang tergambar misalnya pada angka populasi yang terus meningkat, aktifitas ekonomi, dan pilihan-pilihan teknologi dalam memacu pertumbuhan ekonomi. Saat ini pengaruh dan beban terhadap lingkungan hidup sedemikian besar, sehingga mulai terasa gangguan-gangguan terhadap Sistem Bumi kita.
Perubahan sosial dan budaya yang terjadi seiring tekanan besar yang dilakukan manusia terhadap sistem alam sekitar, menghadirkan berbagai macam risiko kesehatan dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. Sebagai contoh, kita terus mempertinggi konsentrasi gas-gas tertentu yang menyebabkan meningkatkan efek alami rumah kaca (greenhouse) yang mencegah bumi dari pendinginan alami (freezing). Selama abad 20 ini, suhu rata-rata permukaan bumi meningkat sekitar 0,6oC dan sekitar dua-per-tiga pemanasan ini terjadi sejak tahun 1975. Dampak perubahan sosial dan budaya penting lainnya adalah menipisnya lapisan ozon, hilangnya keaneragaman hayati (bio-diversity), degradasi kualitas lahan, penangkapan ikan melampaui batas (over-fishing), terputusnya siklus unsur-unsur penting (misalnya nitrogen, sulfur, fosfor), berkurangnya suplai air bersih, urbanisasi, dan penyebaran global berbagai polutan organik. Dari kacamata kesehatan, hal-hal di atas mengindikasikan bahwa kesehatan umat manusia dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terjadi di luar batas kemampuan daya dukung ruang lingkungan dimana mereka hidup.
Dalam skala global, selama seperempat abad ke belakang, mulai tumbuh perhatian serius dari masyarakat ilmiah terhadap penyakit-penyakit yang terkait dengan masalah lingkungan, seperti kanker yang disebabkan racun tertentu (toxin related cancers), kelainan reproduksi atau gangguan pernapasan dan paru-paru akibat polusi udara. Secara institusional International Human Dimensions Programme on Global Environmental Change (IHDP) membangun kerjasama riset dengan Earth System Science Partnership dalam menyongsong tantangan permasalahan kesehatan dan Dampak dari perubahan sosial dan budaya.
Pengaruh perubahan iklim global terhadap kesehatan umat manusia bukan pekerjaan mudah. Dibutuhkan kerja keras dan pendekatan inter-disiplin diantaranya dari studi evolusi, bio-geografi, ekologi dan ilmu sosial. Di sisi lain kemajuan teknik penginderaan jauh (remote sensing) dan aplikasi-aplikasi sistem informasi geografis akan memberikan sumbangan berarti dalam melakukan monitoring lingkungan secara multi-temporal dan multi-spatial resolution. Dua faktor ini sangat relevan dengan tantangan studi dampak perubahan sosial dan budaya terhadap kesehatan lingkungan yang memerlukan analisa historis keterkaitan dampak perubahan sosial dan budaya dan kesehatan serta analisa pengaruh perubahan sosial dan budaya di tingkat lokal, regional hingga global.


Bagaimana Perubahan Sosial dan Budaya Mempengaruhi Kesehatan Manusia? 
      Ada tiga alur tingkatan pengaruh perubahan sosial dan budaya terhadap kesehatan. Pengaruh ini dari urutan atas ke bawah menunjukkan peningkatan kompleksitas dan pengaruhnya bersifat semakin tidak langsung pada kesehatan. Pada alur paling atas, terlihat bagaimana perubahan pada kondisi mendasar lingkungan fisik (contohnya: suhu ekstrim atau tingkat radiasi ultraviolet) dapat mempengaruhi biologi manusia dan kesehatan secara langsung (misalnya sejenis kanker kulit). Alur pada dua tingkatan lain, di tengah dan bawah, mengilustrasikan proses-proses dengan kompleksitas lebih tinggi, termasuk hubungan antara kondisi lingkungan, fungsi-fungsi ekosistem, dan kondisi sosial-ekonomi.
Alur tengah dan bawah menunjukkan tidak mudahnya menemukan korelasi langsung antara perubahan lingkungan dan kondisi kesehatan. Akan tetapi dapat ditarik benang merah bahwa perubahan-perubahan lingkungan ini secara langsung atau tidak langsung bertanggung jawab atas faktor-faktor penyangga utama kesehatan dan kehidupan manusia, seperti produksi bahan makanan, air bersih, kondisi iklim, keamanan fisik, kesejahteraan manusia, dan jaminan keselamatan dan kualitas sosial. Para praktisi kesehatan dan lingkungan pun akan menemukan banyak domain permasalahan baru di sini, menambah deretan permasalahan pemunculan toksi-ekologi lokal, sirkulasi lokal penyebab infeksi, sampai ke pengaruh lingkungan dalam skala besar yang bekerja pada gangguan kondisi ekologi dan proses penyangga kehidupan ini. Jelaslah bahwa resiko terbesar dari dampak perubahan sosial dan budaya atas kesehatan dialami mereka yang paling rentan lokasi geografisnya atau paling rentan tingkat sumber daya sosial dan ekonominya.


Aktifitas Penduduk bagi Kesehatan

        Sebagaimana disinggung di atas, masyarakat manusia sangat bervariasi dalam tingkat kerentanan terhadap serangan kesehatan. Kerentanan ini merupakan fungsi dari kemampuan masyarakat dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim dan lingkungan. Kerentanan juga bergantung pada beberapa faktor seperti kepadatan penduduk, tingkat ekonomi, ketersediaan makanan, kondisi lingkungan lokal, kondisi kesehatannya itu sendiri, dan kualitas serta ketersediaan fasilitas kesehatan publik.
Wabah demam berdarah yang melanda negeri kita menyiratkan betapa rentannya kondisi kesehatan-lingkungan di Indonesia saat ini, baik dilihat dari sisi antisipasi terhadap wabah, kesigapan peanggulangannya sampai pada penanganan para penderita yang kurang mampu. Merebaknya wabah di kawasan urban juga menyiratkan kerentanan kondisi lingkungan dan kerentanan sosial-ekonomi. Hal ini terkait dengan patron penggunaan lahan, kepadatan penduduk, urbanisasi, meningkatnya kemiskinan di kawasan urban, selain faktor lain seperti rendahnya pemberantasan nyamuk vektor penyakit sejak dini, atau resistensi nyamuk sampai kemungkinan munculnya strain atau jenis virus baru.
Pada dekade lalu penelitian ilmiah yang menghubungkan pengaruh perubahan iklim global terhadap kesehatan dapat dirangkum dalam tiga katagori besar. Pertama, studi-studi empiris untuk mencari saling-hubungan antara kecenderungan dan variasi iklim dengan keadaan kesehatan. Kedua, studi-studi untuk mengumpulkan bukti-bukti munculnya masalah kesehatan sebagai akibat perubahan iklim. Ketiga, studi-studi pemodelan kondisi kesehatan di masa depan. Penelitian empiris jenis pertama dan kedua dimanfaatkan untuk mengisi kekosongan pengetahuan serta memperkirakan kondisi kesehatan sebagai tanggapan terhadap perubahan iklim dan lingkungan (scenario-based health risk assessment).
Akan tetapi, menimbang variasi kerentanan sosial-ekonomi yang telah kita singgung, keberhasilan sumbangan ilmiah di atas hanya akan optimal jika didukung paling tidak dua faktor lain, yaitu faktor administratif-legislatif dan faktor cultural-personal (kebiasaan hidup). Administrasi-legislasi adalah pembuatan aturan yang memaksa semua orang atau beberapa kalangan tertentu untuk melakukan tindakan-tindakan preventif dan penanggulangan menghadapi masalah ini. Cakupan kerja faktor ini adalah dari mulai tingkatan supra-nasional, nasional sampai tingkat komunitas tertentu. Selanjutnya secara kultural-personal masyarakat didorong secara sadar dan sukarela untuk melakukan aksi-aksi yang mendukung kesehatan-lingkungan melalui advokasi, pendidikan atau insentif ekonomi. Faktor ini dikerjakan dari tingkatan supra-nasional sampai tingkat individu.

Upaya yang Dapat Dilakukan
Aktifitas penelitian yang menghubungkan kajian lingkungan dan kesehatan secara integral serta kerja praktis sistematis dari hasil penelitian ilmiah di atas masih sangat sedikit dilakukan di Indonesia. Menghadapi tantangan lingkungan dan kesehatan ini diperlukan terobosan-terobosan institusional baru diantara lembaga terkait lingkungan hidup dan kesehatan, misalnya dilakukan rintisan kerjasama intensif yang diprakarsai Departemen Kesehatan, Departemen Sosial dan Kementerian Lingkungan Hidup bersama lembaga penyedia data keruangan seperti Bakosurtanal (pemetaan) dan LAPAN (analisa melalui citra satelit). Untuk mewujudkan kerjasama di tataran praktis komunitas atau LSM pemerhati lingkungan hidup mesti berkolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia bersama asosiasi profesi seperti Ikatan Surveyor Indonesia (ISI), Masyarakat Penginderaan Jauh (MAPIN) dalam mewujudkan agenda-agenda penelitian dan program-program penanganan permasalahan kesehatan dan perubahan lingkungan di tingkat lokal hingga nasional.
Hadirnya wacana dan penelitian sosial budaya dengan kompleksitas, ketidakpastian konsep-metodologi, dan perubahan-perubahan besar di masa depan, telah menghadirkan tantangan-tantangan dan tugas-tugas bagi komunitas ilmiah, masyarakat dan para pengambil keputusan. Penelitian ilmiah yang cenderung lamban, kini harus berganti dengan usaha-usaha terarah dan cepat menghadapi urgensi penanganan masalah kesehatan-lingkungan. Kemudian dalam gerak cepat pula informasi yang dihasilkan dunia ilmiah, walaupun dengan segala ketidaksempurnaan dan asumsi-asumsi, didorong untuk memasuki arena kebijakan. Masalah kesehatan dan GEC ini merupakan isu krusial dan bahkan isu sentral dalam diskursus internasional seputar pembangunan yang berkelanjutan.
READ MORE - Aspek Kebudayaan yang Berhubungan dengan Kesehatan

SISTEM PERKEMIHAN

by    : Maghfaruddin, Amd. Kep
          Jursan S1 FIK Universitas Riau.

SISTEM PERKEMIHAN

     A.    Pengertian sistem urinaria
Sistem perkemihan atau sistem urinaria, adalah suatu sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih di pergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih).
Miksi adalah Proses pengosongan kandung kemih bila kandung kemih terisi. Proses ini terdiri dari dua langkah utama yaitu:
1.      Kandung kemih secara progresif terisi sampai tegangan di dindingnya meningkat di atas nilai ambang.
2.      Timbul nilai refleks saraf yang disebut refleks miksi (refleks berkemih) yang berusaha mengosongkan kandung kemih, atau jika ini gagal, setidak – tidaknya menimbulakan kesadaran  akan keinginan  untuk berkemih.
B.     Anatomi fisiologi system perkemihan
1.      Ginjal
Ginjal merupakan organ berbentuk seperti kacang yang terletak di kedua sisi columna vertebralis, di bawah liver dan limphe. Di bagian superior ginjal terdapat adrenal gland (juga disebut kelenjar suprarenal). Ginjal bersifat retroperitoneal, yang berarti terletak di belakang peritonium yang melapisi rongga abdomen. Kedua ginjal terletak di sekitar vertebra T12 hingga L3. Ginjal kanan biasanya terletak sedikit di bawah ginjal kiri untuk memberi tempat untuk hati. Sebagian dari bagian atas ginjal terlindungi oleh iga ke sebelas dan dua belas. Kedua ginjal dibungkus oleh dua lapisan lemak (lemak perirenal dan lemak pararenal) yang membantu meredam goncangan.
Ginjal kanan sedikit lebih rendah dibandingkan dengan ginjal kiri karena tertekan ke bawah oleh hati. Kutub atas ginjal kanan terletak setinggi iga keduabelas, sedangkan ginjal kiri terletak setinggi iga kesebelas. Pada orang dewasa, panjang ginjal sekitar   12-13 cm, lebarnya 6 cm, tebal 2,5 cm dan beratnya ± 140 gram (pria=150 – 170 gram, wanita = 115-155 gram). Kedua ureter merupakan saluran yang panjangnya sekitar 10-12 inci (25 ningga 30 cm), terbentang dari ginjal sampai vesica urinaria. Fungsi ureter menyalurkan urine ke vesica urinaria. Vesica urinaria merupakan kantong berotot yang dapat mengempis, terletak dibelakang simfisis pubis. Fungsi vesica urinaria:
1.      Sebagai tempat penyimpanan urine,
2.      mendorong urine keluar dari tubuh.
           Potongan longitudinal ginjal memperlihatkan dua daerah yang berbeda yaitu Korteks dan medula.
1.      Korteks : bagian luar dari ginjal
2.      Medula : Bagian dalam dari ginjal
3.      Piramid : Medula yang terbagi-bagi menjadi baji segitiga
4.      Kolumna Bertini ; Bagian korteks yang mengelilingi piramid.
5.      Papilaris berlini : Papila dari tiap piramid yang terbentuk dari persatuan bagian terminal dari banyak duktus pengumpul.
6.      Pelvis: Reservoar utama sistem pengumpulan ginjal.
7.      Kaliks minor: bagian ujung pelvis berbentuk seperti cawan yang mengalami penyempitan karena adanya duktus papilaris yang  masuk ke bagian pelvis ginjal.
8.      Kaliks mayor: Kumpulan dari beberapa kaliks minor.
Fungsi utama ginjal adalah untuk memelihara ketetapan volume cairan ekstraseluler (ECF) dan osmolalitas dengan menyeimbangkan masukan dan ekskresi Na+ dan air. Selanjutnya ginjal mencapai ketetapan konsentrasi K+ ekstraselular dan pH darah dan sel dengan mengatur ekskresi H+ dan HCO-3 terhadap masukan mereka dan terhadap respirasi dan metabolism. Di samping itu, bahwa ginjal menghemat bahan gizi misalnya glukosa, dan asam amino hingga mengekskresi hasil akhir metabolism seperti urea dan asam urat dan xenobiotik. Ginjal juga memiliki banyak fungsi metabolic seperti pembentukan arginin, glukoneogenesis, hydrolysis peptide dan merupakan sumber hormone misalnya angiotensin II, eritroprotein , hormone-D dan  prostaglandin. (atlas bewarna dan teks fisiologi, Wolf rudiger, hal 120)
Unit fungsional ginjal adalah nefron. 1,2 juta nefron membentuk setiap ginjal manusia. Pada permulaan nefron, dalam glomerulus, dara disaring yaitu protein dan sel tertahan, sedangkan air diteruskan ke dalam tubulus, dimana bagian terbesar ultrafiltrat ini ditranspor melintasi dinding tubulus dan memasuki darah kembali (resorpsi, reabsorpsi). Fraksi yang tidak direasorpsi tinggal dalam tubulus dan muncul dalam urin terminal (eksresi). Beberapa pelarut pelarut urin memasuki lumen nefron dari sel tubulus secara sekresi. (atlas bewarna dan teks fisiologi, Wolf rudiger, hal: 120)
2.      Nefron
Unit fungsional ginjal adalah nefron. Pada manusia setiap ginjal mengandung 1-1,2 juta nefron yang pada dasarnya mempunyai struktur dan fungsi yang sama.
Dapat dibedakan dua jenis nefron:
1.      Nefron kortikalis yaitu nefron yang glomerulinya terletak pada bagian luar dari korteks dengan lingkungan henle yang pendek dan tetap berada pada korteks atau mengadakan penetrasi hanya sampai ke zona luar dari medula.
2.      Nefron juxtamedullaris yaitu nefron yang glomerulinya terletak pada bagian dalam dari korteks dekat dengan cortex-medulla dengan lengkung henle yang panjang dan turun jauh ke dalam zona dalam dari medula, sebelum berbalik dan kembali ke cortex.
Bagian-bagian nefron:
a.       Glomerolus
Suatu jaringan kapiler berbentuk bola yang berasal dari arteriol afferent yang kemudian bersatu menuju arteriol efferent, Berfungsi sebagai tempat filtrasi sebagian air dan zat yang terlarut dari darah yang melewatinya.
·         Filtrasi glomerulus
Kecepatan filtrasi glomerulus (GFR) adalah volume/waktu yang difiltrasi oleh semua glomerulus. Rata-rata 1/5 atau 20% aliran plasma ginjal disaring pada glomerulus. Perbandingan ini GFR/RPF disebut fraksi filtrasi. GFR dapat ditentukan bila kecepatan aliran urin (Vu) dan konsentrasi indicator plasma dan urin (Pin dan Uin) diketahui. Kecepatan pada indicator tersebut difiltrasi adalah GFR (l/menit). Kecepatan filtrasi=kecepatan ekskresi atau GFR . Pin=Vu . Uin Jadi GFR= Vu . Uin/Pin (à A). Rata-rata LFG= 125 ml/menità 180 l/hari.
b.      Kapsula Bowman
Bagian dari tubulus yang melingkupi glomerolus untuk mengumpulkan cairan yang difiltrasi oleh kapiler glomerolus.
c.       Tubulus, terbagi menjadi 3 yaitu:
1.      Tubulus proksimal yaitu Tubulus proksimal yang berfungsi mengadakan reabsorbsi bahan-bahan dari cairan tubuli dan mensekresikan bahan-bahan ke dalam cairan tubuli.
2.      Lengkung Henle membentuk lengkungan tajam berbentuk U. Terdiri dari pars descendens yaitu bagian yang menurun terbenam dari korteks ke medula, dan pars ascendens yaitu bagian yang naik kembali ke korteks. Bagian bawah dari lengkung henle mempunyai dinding yang sangat tipis sehingga disebut segmen tipis, sedangkan bagian atas yang lebih tebal disebut segmen tebal. Lengkung henle berfungsi reabsorbsi bahan-bahan dari cairan tubulus dan sekresi bahan-bahan ke dalam cairan tubulus. Selain itu, berperan penting dalam mekanisme konsentrasi dan dilusi urin.
3.      Tubulus distal Berfungsi dalam reabsorbsi dan sekresi zat-zat tertentu.
·         Reabsorpsi tubulus
Terjadi penyerapan kembali sebagian besar dari glukosa, sodium, klorida, fosfat dan beberapa ion karbonat. Prosesnya terjadi secara pasif yang dikenal dengan obligator reabsorpsi terjadi pada tubulus atas. Sedangkan pada tubulus ginjal bagian bawah terjadi kembali penyerapan dan sodium dan ion karbonat, bila diperlukan akan diserap kembali kedalam tubulus bagian bawah, penyerapannya terjadi secara aktif dikienal dengan reabsorpsi fakultatif dan sisanya dialirkan pada pupila renalis. 
·         Sekresi tubulus
Beberapa substansi merupakan produk metabolisme dalam sel tubulus akan memasuki lumen tubulus melalui seksresi seluler.
d.      Duktus pengumpul (duktus kolektifus)
Satu duktus pengumpul mungkin menerima cairan dari delapan nefron yang berlainan. Setiap duktus pengumpul terbenam ke dalam medula untuk mengosongkan cairan isinya (urin) ke dalam pelvis ginjal.
3.      Persarafan kandung kemih
Persarafan utama kandung kemih ialah nervus pelvikus, yang berhubungan dengan medulla spinalis melalui pleksus sakralis, terutama berhunbungan dengan medulla spinalis segmen S2 dan S3. Berjalan melalui nervus pelvikus ini adalah serat saraf motoik. Serat sensorik mendeteksi derajat regangan pada dinding kandung kemih. Tanda – tanda regangan dari uretra posterior bersifat sangat kuat dan terutama bertanggung jawab untuk mencetuskan refleks yang menyebabkan kandung kemih. Saraf motorik yang menjalar  dalam nervus pelvikus adalah serat para simpatis. Serat ini berakhir pada sel ganglion yang terletak  dalam dinding kandung kemih, saraf postganglion pendek kemudian mempersarafi otot detrusor.
Selain nervus pelvikus, terdapat dua tipe persarafan lain yang penting untuk fungsi kandumg kemih. Yang terpenting adalah serat otot lurik yang berjalan melalui nervus pudendal menuju sfingter eksternus kandung kemih, yang mempersarafi dan mengontrol otot lurik pada sfingter. Selain itu kandung kemih juga menerima saraf simpatis dari rangkaian simpatis  melalui nervus hipogastrikus, terutama hubungan dengan segmen L2 medula spinalis. Serat simpatis ini mungkin terutama merangsang pembuluh darah dan sedikit mempengaruhi kontraksi kandung kemih. Beberapa serat saraf sensorik juga berjalan melalui saraf simpatis dan mungkin penting dalam menimbulkan sensai rasa penuh  dan pada beberapa keadaan rasa nyeri.
4.      Eksresi urin
Sistometrogram merupakan pengisin kandung kemih dan tonus dinding kandung kemih. Perubahan tekanan intravesikular sewaktu kandung kemih terisi dengan urin pada saat tidak ada urin di dalam kandung kemih, tekanan intravesikuler, sekitar 0 tetapi setelah terisi urin sebanyak 30 sampai 50 mililiter,tekanan meningkat menjadi 5sampai 10 sentimeter air. Tambahan urin sebanyak 200 sampai 300 mililiter hanya sedikit menambah peningkatan tekanan, nilai tekanan yang konstan ini di sebabkan oleh tonus intrinsic pada dinding kandung kemih sendri. Bila urin yang terkumpul di dalam kandung kemih lebih banyak dari 300 sampai 400 mililiter akan menyebabkan peningkatan tekanan secara cepat. Puncak tekanan dapat meningkat hanya beberapa sentimeter air,atau mungkin meningkat hingga lebih dari 100 sentimeter air.puncak tekanan ini disebut gelombang mikturisi.
C.    Keseimbangan cairan, elektrolit dan asam basa
1.      Konsep keseimbangan cairan dan asam basa
a.       Keseimbangan cairan dan elektrolit
Cairan tubuh adalah cairan yang ada dalam tubuh yang terdiri dari air dan unsure lainnya. Air plasma di filtrasi pada ginjal kira-kira 120 ml/menit atau 180 l/hari. Kehilangan air terus menerus harus diseimbangkan dengan masukan dan dan produksi air yang sesuai. Rata-rata pergantian air pada orang dewasa sekitar 1/30 dari berat badan (2,41/70kg) sedangkan pada bayi fraksi tersebut jauh tinggi 1/10: 0,7/7kg dan menyebabkan lebih sensitive terhadap gangguan keseimbangan yang esensial harus dipulihkan. Kekurang air mengakibatkan rasa haus, mekanisme ini dikendalikan oleh pusat haus di hipotalamus. Rasa haus disebabkan oleh peningkatan osmolalitas cairan tubuh dan oleh peningkatan konsentrasi angiostensi II dalam CSF.
Pengaturan keseimbangan cairan perlu memperhatikan dua parameter penting, yaitu volume cairan ekstrasel dan osmolaritas cairan ekstrasel. Ginjal mengontrol volume cairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan garam dan mengontrol osmolaritas cairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan cairan. Ginjal mempertahankan keseimbangan ini dengan mengatur keluaran garam dan air dalam urine sesuai kebutuhan untuk mengkompensasi asupan dan kehilangan abnormal dari air dan garam tersebut.
1.      Pengaturan volume cairan ekstrasel.
Penurunan volume cairan ekstrasel menyebabkan penurunan tekanan darah arteri dengan menurunkan volume plasma. Sebaliknya, peningkatan volume cairan ekstrasel dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah arteri dengan memperbanyak volume plasma. Pengontrolan volume cairan ekstrasel penting untuk pengaturan tekanan darah jangka panjang.
·         Mempertahankan keseimbangan asupan dan keluaran (intake dan output) air. Untuk mempertahankan volume cairan tubuh kurang lebih tetap, maka harus ada keseimbangan antara air yang ke luar dan yang masuk ke dalam tubuh. hal ini terjadi karena adanya pertukaran cairan antar kompartmen dan antara tubuh dengan lingkungan luarnya. Water turnover dibagi dalam: 1. eksternal fluid exchange, pertukaran antara tubuh dengan lingkungan luar; dan 2. Internal fluid exchange, pertukaran cairan antar pelbagai kompartmen, seperti proses filtrasi dan reabsorpsi di kapiler ginjal.
·         Memeperhatikan keseimbangan garam. Seperti halnya keseimbangan air, keseimbangan garam juga perlu dipertahankan sehingga asupan garam sama dengan keluarannya. Permasalahannya adalah seseorang hampir tidak pernah memeprthatikan jumlah garam yang ia konsumsi sehingga sesuai dengan kebutuhannya. Tetapi, seseorang mengkonsumsi garam sesuai dengan seleranya dan cenderung lebih dari kebutuhan. Kelebihan garam yang dikonsumsi harus diekskresikan dalam urine untuk mempertahankan keseimbangan garam.
b.      Keseimbangan asam basa
Keseimbangan asam-basa terkait dengan pengaturan konsentrasi ion H bebas dalam cairan tubuh. pH rata-rata darah adalah 7,4; pH darah arteri 7,45 dan darah vena 7,35. Jika pH <7,35 dikatakan asidosi, dan jika pH darah >7,45 dikatakan alkalosis. Ion H terutama diperoleh dari aktivitas metabolik dalam tubuh. Ion H secara normal dan kontinyu akan ditambahkan ke cairan tubuh dari 3 sumber, yaitu:
1.      pembentukkan asam karbonat dan sebagian akan berdisosiasi menjadi ion H dan bikarbonat.
2.      katabolisme zat organic
3.      disosiasi asam organik pada metabolisme intermedia, misalnya pada metabolisme lemak terbentuk asam lemak dan asam laktat, sebagian asam ini akan berdisosiasi melepaskan ion H.
Fluktuasi konsentrasi ion H dalam tubuh akan mempengaruhi fungsi normal sel, antara lain:
1.      perubahan eksitabilitas saraf dan otot; pada asidosis terjadi depresi susunan saraf pusat, sebaliknya pada alkalosis terjadi hipereksitabilitas.
2.      mempengaruhi enzim-enzim dalam tubuh
3.      mempengaruhi konsentrasi ion K
bila terjadi perubahan konsentrasi ion H maka tubuh berusaha mempertahankan ion H seperti nilai semula dengan cara:
1.      mengaktifkan sistem dapar kimia
2.      mekanisme pengontrolan pH oleh sistem pernafasan
3.      mekasnisme pengontrolan pH oleh sistem perkemihan
2.      Kompensasi tubuh terhadap ketidakseimbangan cairan dan asam basa.
1.      Kompensasi tubuh terhadap ketidakseimbangan cairan dan elektrolit
Pengaturan Neuroendokrin dalam Keseimbangan Cairan dan Elektrolit Sebagai pengaturan keseimbangan cairan dan elektrolit  diperankan oleh system saraf dan sistem endokrin. Sistem saraf mendapat informasi adanya perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit melalui baroreseptor di arkus aorta dan sinus karotikus, osmoreseptor di hypotalamus, dan volume reseptor atau reseptor regang di atrium. Sedangkan dalam sistem endokrin, hormon-hormon yang berperan saat tubuh mengalami kekurangan cairan adalah Angiotensin II, Aldosteron, dan Vasopresin/ADH dengan meningkatkan reabsorbsi natrium dan air. Sementara, jika terjadi peningkatan volume cairan tubuh, maka hormone atriopeptin (ANP) akan meningkatkan eksresi volume natrium dan air. perubahan volume dan osmolaritas cairan dapat terjadi pada beberapa keadaan. Faktor lain yang mempengaruhi keseimbangan cairan dan elektrolit di antaranya ialah umur, suhu lingkungan, diet, stres, dan penyakit.
2.      Kompensasi tubuh terhadap ketidakseimbangan asam basa
Ada 4 kategori ketidakseimbangan asam-basa, yaitu:
1.      Asidosis respiratori, disebabkan oleh retensi CO2 akibat hipoventilasi. Pembentukkan H2CO3 meningkat, dan disosiasi asam ini akan meningkatkan konsentrasi ion H.
2.      Alkalosis metabolik, disebabkan oleh kehilangan CO2 yang berlebihan akibat hiperventilasi. Pembentukan H2CO3 menurun sehingga pembentukkan ion H menurun.
3.      Asidosis metabolik, asidosis yang bukan disebabkan oleh gangguan ventilasi paru, diare akut, diabetes melitus, olahraga yang terlalu berat dan asidosis uremia akibat gagal ginjal akan menyebabkan penurunan kadar bikarbonat sehingga kadar ion H bebas meningkat.
4.      Alkalosis metabolik., terjadi penurunan kadar ion H dalam plasma karena defiensi asam non-karbonat. Akibatnya konsentrasi bikarbonat meningkat. Hal ini terjadi karena kehilangan ion H karena muntah-muntah dan minum obat-obat alkalis. Hilangnyaion H akan menyebabkan berkurangnya kemampuan untuk menetralisir bikarbonat, sehingga kadar bikarbonat plasma meningkat.
Untuk mengkompensasi gangguan keseimbangan asam-basa tersebut, fungsi pernapasan dan ginjal sangat penting.  Terdapat tiga sistem yang mengatur pH tubuh : buffer kimia, sistem respiratorius, dan sistem renal.
Buffer kimia, substansi yang mengkombinasikan asam dan basa, bereraksi secara langsung untuk menjaga pH, dan merupakan kekuatan penjaga keseimbangan asam-basa tubuh yang paling efisien. Buffer ini terdapat dalam darah, cairan intraseluler, dan cairan ekstraseluler. Buffer kimia yang utama yaitu bikarbonat, fosfat, dan protein.
Garis pertahanan kedua dalam mempertahankan keseimbangan asam-basa yaitu sistem respirasi. Paru-paru mengatur karbon dioksida (CO2) dalam darah, yang dikombinasikan dengan H2O untuk membentuk H2CO3-. Kemoreseptor pada otak mendeteksi pergantian pH dan mengatur laju dan kedalaman respirasi untuk mengatur level CO2. Lebih cepat, pernafasan yang lebih dalam akan mengeliminasi CO2 dari paru-paru, dan lebih sedikit H2CO3 yang terbentuk., sehingga pH naik. Alternatifnya, lebih lambat, dengan pernapasan yang lebih dangkal akan mengurangi eksresi CO2, sehingga pH akan turun.
Tekanan parsial dari level arterial CO2 (PaCO2) menunjukkan level CO2 dalam darah. PaCO2 normal yaitu 35 hingga 45 mm Hg. Level CO2 yang lebih tinggi mengindikasikan hipoventilasi akibat pernafasan yang dangkal. Level PaCO2 yang lebih rendah mengindikasikan suatu hiperventilasi. Sistem respirasi, yang dapat menangani keseimbangan asam – basa seperti halnya sistem buffer, bereaksi dalam hitungan menit, dengan kompensasi yang temporer. Penyesuaian jangka panjang membutuhkan sistem renal.
Sistem renal menjaga keseimbangan asam-basa dengan cara mengabsorbsi atau mengeksresikan asam dan basa. Selain itu, ginjal juga dapat memproduksi HCO3- untuk mengatasi persediaan yang rendah. Level HCO3- yang normal yaitu 22 hingga 26 mEq/L. Ketika darah menjadi asam, ginjal akan mereabsorbsi HCO3- dan mengeksresikan H+. saat darah menjadi alkali (basa), ginjal akan mengeksresikan HCO3-¬ dan menahan H+. Tidak seperti paru-paru, ginjal dapat memberikan efek hingga 24 jam sebelum kembali ke pH yang normal.



KESIMPULAN
1.      Sistem perkemihan
Sistem perkemihan atau sistem urinaria, adalah suatu sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih di pergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih).
·         Fungsi utama ginjal adalah untuk memelihara ketetapan volume cairan ekstraseluler (ECF) dan osmolalitas dengan menyeimbangkan masukan dan ekskresi Na+ dan air. Selanjutnya ginjal mencapai ketetapan konsentrasi K+ ekstraselular dan pH darah dan sel dengan mengatur ekskresi H+ dan HCO-3 terhadap masukan mereka dan terhadap respirasi dan metabolism.
·         Filtrasi glomerulus. Kecepatan filtrasi glomerulus (GFR) adalah volume/waktu yang difiltrasi oleh semua glomerulus. Kecepatan pada indicator tersebut difiltrasi adalah GFR (l/menit). Kecepatan filtrasi=kecepatan ekskresi atau GFR . Pin=Vu . Uin Jadi GFR= Vu . Uin/Pin (à A). Rata-rata LFG= 125 ml/menità 180 l/hari.
·         Reasorbsi tubulus terjadi penyerapan kembali sebagian besar dari glukosa, sodium, klorida, fosfat dan beberapa ion karbonat. Prosesnya terjadi secara pasif yang dikenal dengan obligator reabsorpsi terjadi pada tubulus atas. Sedangkan pada tubulus ginjal bagian bawah terjadi kembali penyerapan dan sodium dan ion karbonat, bila diperlukan akan diserap kembali kedalam tubulus bagian bawah.
2.      Kompensasi tubuh terhadap ketidakseimbangan cairan elektrolit dan asam basa
Pengaturan keseimbangan cairan perlu memperhatikan 2 parameter penting, yaitu: volume cairan ekstrasel dan osmolaritas cairan ekstrasel. Ginjal mengontrol volume cairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan garan dan mengontrol osmolaritas ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan cairan. Ginjal mempertahankan keseimbangan ini dengan mengatur keluaran garam dan air dalam urine sesuai kebutuhan untuk mengkompensasi asupan dan kehilangan abnormal dari air dan garam tersebut. Ginjal juga turut berperan dalam mempertahankan keseimbangan asam-basa dengan mengatur keluaran ion hidrogen dan ion bikarbonat dalam urine sesuai kebutuhan. Selain ginjal, yang turut berperan dalam keseimbangan asam-basa adalah paru-paru dengan mengeksresikan ion hidrogen dan CO2 dan sistem dapar (buffer) kimia dalam cairan tubuh.
  

DAFTAR PUSTAKA

Despopoulos dan Stefan. 2000.  Atlas Bewarna dan Teks Fisiologi, Jakarta: Hipokrates
Guyton dan Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi II.  Jakarta: EGC
Syaifuddin. 1997. Anatomi Fisiologi Untuk Siswa Perawat. Jakarta: EGC
Siregar, Harris, dkk. 1995. Sistem Urogenitalia Fisiologi Ginjal, Edisi ketiga. Bagian Ilmu Fisiologi Fakultas kedokteran Universitas Hasanuddin. Makassar.
Fkunhas.com, artikel kesehatan, 2010. Mengatur Keseimbangan Asam Basa. http://fkunhas.com/mengatur-keseimbangan-asam-basa-20100624202.html
Kuntarti, Jarumsuntik.com, 2009. Keseimbangan Cairan, Elektrolit dan Asam Basa. http://jarumsuntik.com/keseimbangan-cairan-elektrolit-asam-dan-basa/



READ MORE - SISTEM PERKEMIHAN
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...